
Kesenian Sukuraga merupakan kesenian khas Sukabumi yang memadupadankan seni rupa, musik, teater wayang dan sastra yang tidak mengacu pada literasi wayang tradisi Ramayana dan Mahabarata, yang diangkat lebih pada pernyataan para raga yang disampaikan melalui nyanyian para anggota tubuh sehingga bercita rasa khas, maka lahirlah Wayang Sukuraga dan Kudu Leumpang.
Wayang Sukuraga dan kudu Leumang adalah buah karya Effendi yang biasa disapa Fendi Sukuraga seorang seniman asli Sukabumi. Wayang Sukuraga sesuai dengan arti sukuraga sendiri adalah aggota tubuh, maka nama tokoh tokoh nya pun diambil dari nama bagian para anggota tubuh seperti : Mata, Hidung, Mulut, Telinga , Tangan , Kaki dan anggota tubuh lainnya yang dianggap tabu jika disebutkan tetapi demi pendidikan anggota tubuh yg tersembunyi perlu disampaikan juga dalam cerita- cerita tertentu , dengan nama yang tidak umum seperti payudara di panggil dengan nama Pina (asal dari kata Pinarep), kelamin perempuan dipanggil Vagi (asal dari kata Vagina) Kelamin laki – laki dipanggil Kang Jud ( asal dari kata kanjut ) .
Kesenian Sukuraga lahir dari proses perkembangan lukisan – lukisan karya Kang Fendi yang pada tahun 1995 lukisan-lukisan Sukuraga dengan tema “Peran-peran” pertama kali dipamerkan di luar negeri yaitu di Shah Alam Malaysia, di Gallery Kajian Seni Lukis dan Seni Reka Institut Teknologi Mara Malaysia kini ( UiTM ).
Wayang Sukuraga sering dipentaskan di acara-acara bertaraf nasional maupun internasional sejak tahun 1996. “ Konser Sukuraga“ diselenggarakan Pada bulan Maret 2016 bertempat di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marjuki . bulan April 2016 Konser Sukuraga bertempat di Sasono langen Budaya Taman Mini Indonesia Indah , baru-baru ini Wayang Sukuraga dipentaskan di acara International Converence Education 2018 bertempat di Winsor Suite Hotel Bangkok Thailand . Sejak tahun 1996 hingga kini sudah puluhan kali wayang sukuraga dipentaskan baik pertunjukan sebagai undangan atau diselenggarakan oleh komunitas sukuraga sendiri .
Pada tahun 2015 yang lalu Effendi dengan Wayang sukuraganya oleh gubernur pemerintah propinsi Jawa Barat telah diberi penghargaan Anugrah Inovasi Jawa Barat 2015 . bidan seni budaya “ Wayang Sukuraga Sebagai pendidikan karakter bangsa “
Jauh sebelum itu sebagai upaya payung hukum atas karya karya penciptaan yang berkaitan erat dengan kesenian Sukuraga sebagai penunjang pengembangan sumber daya manusia untuk Ekonomi kreatif dan pendidikan karakter Effendi selaku kreator kesenian Sukuraga bersama keluarga dan rekan-rekan pada tahun 2001 mendirikan Yayasan dengan nama Yayasan Karya Cipta Sukuraga disingkat yayasan Sukuraga .
Terakhir pada tahun 2016 Yayasan Sukuraga disahkan pendirianya oleh MENHUMKAM RI. Nomor : AHU-0043370.AH.01.04.Tahun 2016 .
Seiring berjalannya waktu Wayang Sukuraga dan Kudu Leumpang menjadi sorotan berbagai pihak karena keunikannya, dengan bentuk tokoh wayang-wayangnya yang unik serta makna filosofisnya yang mencakup aspek relijiusitas yang mendalam.
Untuk regenerasi wayang sukuraga sebagai pendidikan karakter dan penunjang ekonomi kreatif , Effendi bekerjasama dengan komunitas siswa sekolah kejuruan dan beberapa perguruan tinggi negeri maupun swasta salah satunya Effendi menjadi nara sumber dalam seminar atau workshop .
Sehingga kini tidak sedikit banyak siswa dan mahasiswa yang datang untuk kepentingan karya tugas akhir, wayang sukuraga menjadi sumber infirasinya.
Selain di sektor seni pertunjukan wayang sukuraga ikut memperkaya pertumbuhan ekonomi kreatif disektor lainnya seperti seni lukis ,kriya batik , kriya wayang ,fahion dan Film . untuk promosi produk ekonomi kreatifnya effendi bekerjasama dengan pemerintah daerah bidang promosi BPMPT Kota Sukabumi .
Walau dengan segala keterbatasan yang dimilikinya Effendi untuk mengembangkan kesenian sukuraga dengan bekal motifasi dari filosofi “ Kudu Leumpang Sukuraga “
Effendi di “ Rumah Budaya Fendi Sukuraga “ yang berlokasi di Jl. Sukakarya no 30 Kota Sukabumi , siap berbagi dan bekerjasama untuk kepentingan kemajuan dan keselamatan bangsa .
Sukabumi , 1 Januari 2019
Yayasan Sukuraga
