{"id":1022,"date":"2021-07-28T10:09:48","date_gmt":"2021-07-28T10:09:48","guid":{"rendered":"https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/?page_id=1022"},"modified":"2021-07-29T04:49:49","modified_gmt":"2021-07-29T04:49:49","slug":"proses-berkarya","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/fendi-sukuraga\/proses-berkarya\/","title":{"rendered":"Proses berkarya"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Proses berkarya Fendi : 1982 &#8211; 2021<\/strong><br><strong>Dari Lukisan anggota tubuh &amp; Wayang orang ke Wayang Sukuraga.<br><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Jepretan-Layar-2021-07-28-pada-21.08.19-e1627482465823.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1056\" width=\"539\" height=\"626\"\/><figcaption>Doc. Fhoto Lukisan &#8220;LANGKAH &#8221; 1987<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Fendi bersekolah di Sekolah Seni Rupa Indonesia ( SSRI) Jogyakarta.<br>untuk mendapatkan Ilmunya seni rupa bagaimana berkaraya\u00a0\u00a0Visual dengan baik.<br>Tetapi Effendi liar menjadi pelaku seni yang\u00a0\u00a0serius berkelanjutan sejak jadi pengamen menciptakan lagu nuansa country,  dan selalu inovatif . <br>Effendi bergabung di Sanggar Bambu Jogyakarta yang punya berbagai kegiatan seperti Teater. Puisi , dan Seni Rupa.\u00a0<br>\u00a0Lagu Fendi seperti \u201c Kembang Pelastik \u201cdan \u201cAffandi \u201c hingga kini masih terekam dalam memori temen komunitasnya para Alumni SSRI di Yogyakarta dan Bali.<br>Lagu yang berjudul \u201cAFFANDI \u201cmenceritakan proses berkarya pelukis AFFANDI yang dia kagumi sebagai tokoh yang mensupportnya .<br>Pergaulan dan lingkungan yang setiap hari\u00a0\u00a0Effendi mendengar suara gamelan gendang ,kawih jawa . masuk ketelinga dan jiwanya memicu gagasannya untuk berani berkarya menggarap wayang orang .<br>Tahun 1981 lahirlah karya teater wayang orang garapannya<br>yang berjudul \u201c Ketek Ogleng \u201c.<br>Bersama teman teman dari ASTI\u00a0\u00a0\u201c<strong>Ketek Ogleng \u201c Hanoman Ngamen<\/strong>, di pentaskan\u00a0di acara perpisahan SMA Swasta\u00a0\u00a0Semarang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Lukisan \u201c LANGKAH \u201cAnggota TubuhSebagai embrio lahirnya tokoh \u2013 tokoh&nbsp;&nbsp;WAYANG SUKURAGA<\/strong>&nbsp;.<br><br>&nbsp;Effendi tahun 1985 yang usianya 27 Tahun&nbsp;&nbsp;menjadi pelukis terganggu pemikiran nya oleh kritikan kakeknya yg tinggal di Jakarta .<br>kakeknya bilang :<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalau melukis manusia utuh&nbsp;&nbsp;nanti minta nyawa \u201c<br>Effendi galau percaya pada propokasi kakeknya .<br>namun kegalauannya&nbsp;&nbsp;&nbsp;Effendi mendapat ide untuk mengekpresikan bentuk Anggota tubuh yang membantu manusia dalam perjalanan dan perjuangannya ke kanvas.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada tahun 1985 \u2013 1989 , Effendi mulai melukis potongan -potongan tubuh manusia seperti<strong>\u00a0:\u00a0\u00a0tangan , mata , telinga<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong>Kaki\u00a0<\/strong>yang terpisah dibatasi oleh layer layer .<br>Pada tahun 1987 Lukisan \u201cLANGKAH \u201c anggota tubuh masuk seleksi untuk ikut pameran Bersama \u201cPelukis muda Yogyakarta \u201c<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/mokakotasukabumi_20210625_211928_3.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1006\" width=\"402\" height=\"402\" srcset=\"https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/mokakotasukabumi_20210625_211928_3.jpg 958w, https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/mokakotasukabumi_20210625_211928_3-300x300.jpg 300w, https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/mokakotasukabumi_20210625_211928_3-150x150.jpg 150w, https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/mokakotasukabumi_20210625_211928_3-768x768.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 402px) 100vw, 402px\" \/><figcaption>Doc.Fhoto Fendi Sukuraga menatap lukisan &#8220;LANGKAH &#8220;1987<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left\"><br>Pada tahun 1989 Lukisan \u201c LANGKAH V \u201cLukisan anggota tubuh\u00a0<br>tentang perjuangan dan perjalanan manusia\u00a0<br>di beli \/ di koleksi oleh bapak Bambang M. Hartono pemilik pabrik rokok jarum di kudus yang menjadi salahsatu\u00a0\u00a0orang terkaya di Indonesia saat ini. Pada tahun 1989 Effendi pulang kampung ke Sukabumi, karena eksistensi dan pengalamannya dipercaya oleh komunitas pelukis di Kota Sukabumi menjadi Ketua Perhimpunan Seniman Pelukis Sukabumi ( PERSEPSI ) .<br><br><strong>Mendirikan SANGGAR\u00a0<\/strong><br>Tahun 1990 sebagai kepedulian nya terhadap perkembangan Pendidikan dan kreatifitas anak dan remaja di kota Kelahirannya Sukabumi ,Effendi mendidrikan\u00a0\u00a0sanggar seni\u00a0\u00a0di Sukabumi\u00a0\u00a0denga nama \u201c\u00a0<strong>Sanggar emas Berwarna<\/strong>\u00a0\u201c\u00a0Dengan kegiatannya\u00a0\u00a0berbagi ilmu pengetahuan dan Pendidikan Karakter .<br>Membantu membentuk karakter pada anak dan remaja Melalui berkegiatan menggambar , bernyanyi dan bermain di Sanggar\u00a0\u00a0Emas Berwarna. Menumbuhkan ekonomi kreatif\u00a0\u00a0teman teman pun telah di mulai sejak tahun 1990 di Sanggar Emas Berwarna mengajak pengrajin batu akik , tulang dan pelukis\u00a0\u00a0menyelenggarakan pameran di Gedung pertemuan di kota Sukabumi dan di\u00a0\u00a0hotel hotel , salah satunya di Samudra Beach Hotel Pelabuhan Ratu Sukabumi. Membuat Cindra mata untuk hotel . mambuat lukisan pendukung Interior Hotel.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada tahun 1991 Perhimpunan Seniman Sukabumi bekerjasama dengan teman teman yang Alumni Seni rupa ITB dari bandung dan pelukis di Pasar Seni Ancol . menyelenggarakan pameran Seni Rupa di&nbsp;&nbsp;Sukabumi.<br>Tahun 1991 karya&nbsp;&nbsp;lukis Effendi mengekspresikan indahnya dan kejamnya tangan tangan manusia ( gerakan tangan) menyerupai ombak ombak laut , sebanyak 100 buah lukisan media kanvas dengan cat Akrilik dipesan untuk dipajang di kamar Samudra Beach hotel Pelabuhan Ratu .&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Terbentuknya Wayang Sukuraga hingga Apresiasi dari Negara tetangga.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"719\" src=\"https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/katalog_0002-1-1024x719.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1031\" srcset=\"https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/katalog_0002-1-1024x719.jpg 1024w, https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/katalog_0002-1-300x211.jpg 300w, https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/katalog_0002-1-768x540.jpg 768w, https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/katalog_0002-1-1536x1079.jpg 1536w, https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/katalog_0002-1-2048x1439.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Effendi ke 3 dari kiri dengan dekan ITM dan Kurator Galery KSSR ITM Malaysia<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Wayang sukuraga terbentuk \/ lahir, dibuat pertamakali oleh pak Effendi yang akrab dipanggil kang Fendi Sukuraga itu, tidak serta merta terbentuk lahir dengan proses yang instan , Wayang sukuraga lahir memakan waktu yang sangat Panjang,yang proses tahapan awal nya mulai dari lukisan -lukisan potongan anggota tubuh&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Karya pak effendi yang dibuat pada priode tahun 1985 &#8211; 1989.yang diberi judul dan tema \u201c Langkah&nbsp;&nbsp;\u201c dibuat ketika pak Effendi masih di Jogyakarta.<br>Lukisan yang bertema \u201c Langkah \u201c itu bisa dikatakan menjadi embrionya wayang sukuraga .&nbsp;&nbsp;&nbsp;Di tahun 1993 Perkembangan dari lukisan yang bertema \u201c Langkah \u201c tersebut Lahir lah lukisan lukisan wayang sukuraga dengan judul \/ tema \u201cPeran \u201c.<br>&nbsp;anggota tubuh .Pada tahun 1994 bersamaan dengan kelahiran anaknya ,pak Effendi pulang kembali ke kota Sukabumi . Pada Tahun 1995 Effendi bekerjasama dengan Galeri kajian seni lukis dan seni reka Institut Teknologi Mara Malaysia (yang sekarang menjadi UiTM ) dengan Sanggar Emas Berwarnanya menyelenggarakan pameran lukisan tunggalnya memamerkan karya lukisan lukisan Sukuraga bertema\/judul \u201cPeran \u201c&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"719\" src=\"https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/katalog_0003-1024x719.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1030\" srcset=\"https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/katalog_0003-1024x719.jpg 1024w, https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/katalog_0003-300x211.jpg 300w, https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/katalog_0003-768x539.jpg 768w, https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/katalog_0003-1536x1078.jpg 1536w, https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/katalog_0003-2048x1437.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>EFFENDI bersama atase kebudayaan Kedubes RI malaysia dan pejabat kementrian Malaysia<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Sebelum berangkat ke Malaysia Effendi&nbsp;&nbsp;menghubungi Dalang muda yaitu \u201c kang Aswan \u201c( yang juga Pengrajin wayang Golek ) di Kota Sukabumi&nbsp;&nbsp;.karena berencana ingin mewayangkan Sukuraga ( Performance art di acara pameran tunggalnya di Malaysia ).<br>Namun karena persiapan waktu yang sangat pendek pembuatan wayang golek sukuraga tidak terealisasi .&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sepulang dari pameran tunggalnya di Malaysia dengan bekal wawasan dan pengalaman estetiknya dari Malaysia pada tahun 1995 di bulan Ramadhan di Rumah nya kampung Babakan Fendi membuat&nbsp;&nbsp;wayang sukuraga berbahan kulit&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kenapa wayang kulit tidak golek yg bahan kayu .Karena Effendi punya pemikiran bahwa Manusia Adalah Dalang&nbsp;<br>anggota tubuh ( Sukuraga adalah wayang ).<br>dan pada umumnya penilaian seseorang pada orang lain lebih pada melihat pisiknya atau kulitnya ( penampilannya ) maka Fendi memilih kulit sebagai medianya.<br>dengan keberadaan fendi yang tinggal di daerah Sukabumi sangatlah sulit untuk mengenalkan wayangnya sebagai media Pendidikan karakter.<br>karena media Internet . media sosial seperti FB , youtube belum popular&nbsp;&nbsp;seperti sekarang .biaya internetpun masih mahal dan lambat.<br>Namun setelah wayang Sukuraga tahun 1997 tampil di Statsiun Televisi swasta&nbsp;(&nbsp;<strong>RCTI<\/strong>&nbsp;) di program acaranya \u201c BUMBATA&nbsp;<strong>\u201c( Buka Mata Buka Telinga<\/strong>&nbsp;)<br>Sejak main di acara BUMBATA&nbsp;&nbsp;Effendi mulai dipanggil \u201c Kang&nbsp;<strong>Fendi Sukuraga&nbsp;<\/strong>\u201c hingga sekarang . Setelah main di RCTI mulailah&nbsp;&nbsp;wayang Sukuraga dapat kesempatan untuk manggung seperti di Pasar Seni Ancol , dan di Pasar seni Sukabumi .atau di hajatan, hajatan dan ulang tahun Komunitas di Sukabumi dan luar kota Sukabumi.&nbsp;Dan mengikuti berbagai festival Wayang nasional maupun Internasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada tahun 2001 Effendi memikirkan keselamatan Hak Intelektualnya wayang Sukuraga. Di Tahun 2001 Effendi mendaftarkan penggalian Wayang Sukuraga ke Direktorat Haki . dan pada Tahun itu pula Effendi datang ke Notaris&nbsp;&nbsp;Mendirikan Yayasan dengan nama \u201c<strong>Yayasan Karya Cipta Sukuraga<\/strong>&nbsp;\u201cdi singkat&nbsp;<strong>Yayasan Sukuraga .&nbsp;&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pada tahun 2001 Effendi memikirkan keselamatan Hak Intelektualnya wayang Sukuraga. Di Tahun 2001 Effendi mendaftarkan penggalian Wayang Sukuraga ke Direktorat Haki . dan pada Tahun itu pula Effendi datang ke Notaris&nbsp;&nbsp;Mendirikan Yayasan dengan nama \u201c<strong>Yayasan Karya Cipta Sukuraga<\/strong>&nbsp;\u201cdi singkat&nbsp;<strong>Yayasan Sukuraga .&nbsp;&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Melukis dan Pameran wayang sukuraga Sambil berjalan.<\/strong><img width=\"500\" height=\"176\"><br>Pada tahun 2007 di usianya tepat 48 Tahun Fendi di dukung oleh&nbsp;&nbsp;temen teman komunitas membuat acara melukis sambil berjalan dan Pameran lukisan dan Wayang Sukuraga sepanjang 4,8 km.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Jepretan-Layar-2021-07-28-pada-20.31.38.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1069\" width=\"567\" height=\"204\" srcset=\"https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Jepretan-Layar-2021-07-28-pada-20.31.38.png 506w, https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Jepretan-Layar-2021-07-28-pada-20.31.38-300x108.png 300w\" sizes=\"(max-width: 567px) 100vw, 567px\" \/><figcaption>DOC. EFFENDI melukis sambil berjalan<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Di mulai dari Balai kota Sukabumi&nbsp;&nbsp;sampai Lapangan Merdeka Kota Sukabumi .melewati sepanjang Jl. Samsudin SH \u2013 Jl.Siliwangi \u2013 Jl. A. Yani \u2013 Jl. Veteran , berakhir di lapangan merdeka .&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Membuat kegiatan yang jarang dilakukan oleh pelukis -pelukis lain. Karena proses melukis tidak diam di studio , melaikan melukisnya sambal berjalan menggunakan jalan raya dengan membawa barisan tak kurang dari 25 Orang yang membawa lukisan dan wayang sukuraga serta penabuh Reog . Tidak mudah melakukannya,&nbsp;&nbsp;karena harus menempuh ijin dari Dinas Perhubungan dan Kepolisian.<br>Tapi Alhamdulillah kegiatan itu mendapat ijin baik dari Dinas Perhubungan dan Kepolisian , yang pelaksanaannyapun mendapat pengawalan dari kepolisian .<br>Dan semua contributor Televisi swasta nasional yang ada di sukabumi meliputnya, termasuk media cetak .&nbsp;&nbsp;ke esokan harinya Banjir berita tentang Effendi&nbsp;&nbsp;melukis berjalan sepanjang 4,8 Km. di media cetak dan Televisi.<\/p>\n\n\n\n<p><br><strong>Seni \u201c Kudu Leumpang \u201c<\/strong><br>Tahun 2007, Fendi menciptakan tarian ,musik dan nyanyian \u201c Kudu leumpang \u201c  Tari dan nyanyian kudu leumpang tersebut merupakan bagian dari kesenian Sukuraga yang menyampaikan unsur&nbsp;<strong>KAKI<\/strong>&nbsp;.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"658\" height=\"441\" src=\"https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/228343_1660805207220_6321216_n.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-978\" srcset=\"https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/228343_1660805207220_6321216_n.jpg 658w, https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/228343_1660805207220_6321216_n-300x201.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 658px) 100vw, 658px\" \/><figcaption>Tarian kudu Leumpang pada kesenian Sukuraga<br>Doc.Fhoto pada Gunungan Festival Wayang Bandung 2013<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Seni pertunjukan ini memiliki sedikit kemiripan dengan kesenian Kuda Lumping,<br>kesenian Kudu Leumpang&nbsp;&nbsp;propertinya tidak mengunakan gambaran kepala kuda sebagai tunggangannya tetapi kepalanya berbentuk kaki . Seni \u201c&nbsp;<strong>Kudu Leumpang<\/strong>&nbsp;\u201cdi ciptakan oleh Effendi&nbsp;&nbsp;untuk memotivasi masyarakat<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Jepretan-Layar-2021-07-28-pada-20.32.01.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1052\" width=\"575\" height=\"219\" srcset=\"https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Jepretan-Layar-2021-07-28-pada-20.32.01.png 488w, https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Jepretan-Layar-2021-07-28-pada-20.32.01-300x114.png 300w\" sizes=\"(max-width: 575px) 100vw, 575px\" \/><figcaption>  Berlatih tarian &#8220;KUDU LEUMPANG &#8221; di Galery Fendi Sukuraga<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>yang punya keinginan atau cita cita namun malas \u2013 malasan diam saja tak berusaha. Dengan filosofinya seperti : Kaki untuk berjalan mengantarkan manusia pada tujuan , Jika manusia punya cita cita dan harapan&nbsp;&nbsp;tidak cukup jika hanya kaki yang berjalan untuk mengantarkan . namun anggota tubuh lainnya pun harus berjalan . seperti :<br>Mata harus berjalan dengan membaca pengetahuan dari bukunya,<br>Telinga harus berjalan mau mendengar masukan yg dapat menambah wawasan. Tangan harus berjalan mengambil duri dan menyingkirkannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Semua anggota tubuh harus bersinergi.dan tanamkan di hati.Kesenian Kudu Leumpang mulai dipertunjukan untuk memperkaya pertunjukan wayang sukuraga pada Festival Seni Guru International di Jogyakara ( The Teachers Performing Arts Festival of International Arts Festival ) 2008.<\/p>\n\n\n\n<p>yang diselenggarakan oleh ERDEC Departement Pendidikan Nasional.<br>Kini kesenian \u201cKudu Leumpang \u201c sudah menjadi kesenian mandiri yang bisa dipertunjukan oleh masyarakat Sukabumi tanpa harus satu paket dengan wayang Sukuraga untuk kegiatan upacara ceremonial&nbsp;&nbsp;atau kegiatan pawai ulang tahun kota.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Apresiasi pemerintah terhadap wayang Sukuraga.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Setelah 22 tahun Wayang sukuraga terlahir yang diciptakan oleh Effendi untuk media Pendidikan karakter dan sebagai upaya membangun kesadaran manusia untuk mengenal diri dengan berbagai upaya Fendi sebagai pencipta , sebagai dalang , upaya mengenalkan wayang ini tidak hanya melalui pertunjukan , karena Fendi juga sebagai guru seni budaya di Sekolah Swasta. Dari jenjang SD , SMP,SMA dan SMK. Dari tahun 2004 \u2013 2016.&nbsp;Fendi membuat materi penyampainnya sesuai dengan jenjang \/ usia \/ kelasnya, bahkan sampai kini disetiap kesempatan dimanapun dalam obrolan santai ,di warung ,di tempat nongkrong dll. Fendi Selalu bercerita menyampaikan makna anggota tubuh untuk mengenal diri .<br>Pada tahun 2015 Setelah&nbsp;&nbsp;Effendi mendapat penghargaan dari Gubernur Pemerintah Provinsi Jawa Barat&nbsp;&nbsp;( Anugrah Inovasi dan Prakarsa Jawa barat katagori Seni Budaya atas karyanya \u201c<strong>Wayang Sukuraga Sebagai Pendidikan karakter Bangsa&nbsp;<\/strong>\u201c&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Jepretan-Layar-2021-07-28-pada-20.27.19.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1053\" width=\"538\" height=\"321\"\/><figcaption>Doc. Fhoto Effendi menerima penghargaan sebagai pemenang Anugrah Inovasi Jawa Barat 2016. Dari Gubernur . ( Bidang Seni Budaya )<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Proses berkarya Fendi : 1982 &#8211; 2021Dari Lukisan anggota tubuh &amp; Wayang orang ke Wayang Sukuraga. Fendi bersekolah di Sekolah Seni Rupa Indonesia ( SSRI) Jogyakarta.untuk mendapatkan Ilmunya seni rupa&hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":713,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-1022","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1022"}],"collection":[{"href":"https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1022"}],"version-history":[{"count":24,"href":"https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1022\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1116,"href":"https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1022\/revisions\/1116"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/713"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sukuraga.com\/rumahbudaya\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1022"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}