ABOUT

Pelukis Effendi yang pada tahun 1986 menyelesaikan sekolahnya di SSRI ( SMSR )Bali dan Yogyakarta, tahun 1989 terpanggil balik ke kampung halamannya di Sukabumi untuk ikut membangun perkembangan seni budaya di Sukabumi . Yang kemudian di tahun 1989 dengan para pelukis di Sukabumi mendirikan PERSEPSI ( Perhimpunan Seniman Pelukis Sukabumi )diangkat menjadi ketua PERSEPSI dari tahun 1989 – 1993.
yogyakarta sebagai tempat penempaan hidup berkeseniannya tidak bisa ia tinggalkan effendi harus bolak balik yogyakarta – sukabumi.
Pada tahun 1992 Rumahnya Jl.Otista 46,blk.Sukabumi
di jadikan sanggar yang bernama ” Sanggar Emas Berwarna ” tempat untuk berbagi ilmu dan pengalaman sekaligus rumah singgah buat teman teman seniman seniman luar kota Sukabumi yang sedang berkunjung ke Sukabumi.
Tahun 1993 Effendi mulai menemukan bentuk visual jatidirinya ,yaitu bentuk bentuk mahluk anggota tubuh dia ungkapkan pada seni lukisnya yang dia yakini mahluk anggota tubuh tersebut akan diminta pertanggungjawabannya di suatu saat nanti. Pada tahun 1995 dengan Sanggar nya Effendi bekerjasama dengan Galery Kajian Seni Lukis dan Seni Reka ITM Malaysia ( yang kini menjadi UiTM ) menyelenggarakan pameran lukisan tunggal nya,
Sepulang dari Malaysia bentuk bentuk visual mahluk anggota tubuh yg dia lukis bukan saja ia ungkapkan pada bidang 2 dimensi saja ,namun dia kembangkan pada bentuk 3 dimensi berupa wayang kulit dan seni pertunjukannya .yang kemudian dia berinama wayang Sukuraga. Pertama kali mengenalkan wayang Sukuraga pada masyarakat luas, Effendi di undang oleh statsiun TV swasta yaitu RCTI untuk memainkan wayangnya dalam program acaranya yang bernama ” BUMBATA ” Buka mata buka telinga.